7 Makanan Favorit Anak yang Tak Sehat
>> Friday, June 17, 2011

Anak yang mengalami obesitas
atau kegemukan kini semakin
banyak ditemukan, terutama di
kota-kota besar. Fenomena
obesitas pada anak tidak
terlepas dari pola makan yang diterapkan oleh orang tua. Sibuk dalam hal pekerjaan
membuat orang tua lupa
memerhatikan kualitas dan
kuantitas asupan makanan yang
sehat untuk anak-anaknya.
Karena faktor orang tua pula, kebanyakan anak cenderung lebih
suka mengonsumsi makanan
dengan rasa lezat, bernilai kalori
tinggi, tetapi kandungan gizinya
rendah. Apa pun alasannya, para orang
tua seharusnya dapat
mengontrol pola makan anak-
anak, dan sebisa mungkin
memberi makanan yang
disesuaikan dengan kebutuhan gizinya. Dalam memenuhi kebutuhan gizi
seimbang bagi anak-anak,
pemilihan jenis makanan menjadi
sangat penting. Di antara sekian
banyak jenis makanan, berikut ini
adalah 7 (tujuh) jenis makanan favorit di kalangan anak-anak,
tetapi sebaiknya dibatasi
konsumsinya. Selain karena
bernilai kalori sangat tinggi,
makanan ini pun mengandung
kadar lemak dan gula yang tinggi, sehinga dapat memicu obesitas : 1. Chicken Nugget Makanan ini paling sering muncul
dalam daftar favorit anak-anak.
Bahan dasar nugget ayam
biasanya adalah potongan daging
ayam beserta kulitnya yang
mengandung lemak tinggi. Selain itu, garam dan sirup jagung yang
tinggi fruktosa (HFCS) sering
dipakai untuk menambah rasa. Sara penyajian yang digoreng
dalam minyak terhidrogenasi
membuat nugget mengandung
kadar lemak trans yang tinggi.
Belum lagi bila disantap dengan
tambahan saus mayones yang tinggi lemak. Tidak diragukan lagi,
ini adalah makanan yang lezat,
tetapi nilai gizinya rendah. Dalam
setiap 100 gram nugget ayam (6
potong) diperkirakan
mengandung sekitar 300 kalori dengan kadar lemak mencapai 20
gram. Sebagai alternatifnya, Anda
bisa menyajikan daging dada
ayam yang dipanggang sendiri di
rumah. Sajikan dengan suasana
menyenangkan misalnya menggunakan cetakan kue untuk
memotivasi anak menyantap
makanan buatan sendiri di rumah. 2. Sereal berpemanis Sereal yang sudah mengandung
pemanis merupakan salah satu
pilihan favorit si kecil. Orang tua
sebaiknya lebih selektif lagi dalam
memilih sereal di pasaran.
Pasalnya, beberapa sereal kini sudah bercampur dengan bahan
pengawet kimia, minyak
terhidrogenasi dan pewarna
buatan. Sereal yang berasal dari
gandum utuh adalah pilihan
terbaik untuk sarapan anak Anda. Anda dapat membuatnya
lebih nikmat dengan
menambahkan kacang-kacangan,
kismis, buah dan irisan pisang. 3. Daging olahan Tidak dapat dipungkiri bahwa
sebagian anak-anak juga
menyukai makanan dari bahan
daging olahan seperti sosis,
burger dan produk olahan
lainnya. Padahal, konsumsi daging secara berlebihan diketahui dapat
menyebabkan kanker, dan tinggi
akan lemak jenuh serta natrium. Sebuah penelitian di Los Angeles
menyimpulkan, anak-anak yang
makan 12 porsi hot dog per bulan
berisiko lebih besar terkena
leukemia. Untuk pilihan yang lebih
sehat, konsumsilah produk daging non-olahan seperti ayam tanpa
lemak atau beragam jenis ikan air
tawar atau pun ikan laut. 4. Minuman manis Konsumsi minuman mengandung
gula tinggi seperti jus kemasan
atau minuman ringan secara
berlebihan dapat menyebabkan
obesitas dan kerusakan gigi pada
anak-anak. Rekomendasi dari American Academy of Pediatrics,
konsumsi untuk anak di atas 6
tahun tidak lebih dari 235-350
mililiter. Untuk pilihan terbaik, biasakan
membuat jus dengan buah-
buahan asli di rumah. Anak-anak
juga perlu mendapat edukasi
tentang pentingnya minum air
putih. Biasakan anak-anak untuk selalu membawa air putih di dalam
tas mereka. Jika anak Anda tidak menyukai
air putih, Anda dapat
menambahkan sedikit jus buah
asli di dalamnya untuk menambah
sedikit rasa. Susu rendah lemak
sebagai sumber kalsium, protein dan Vitamin A, bisa menjadi
alternatif pilihan minuman sehat
untuk anak-anak. 5. Kentang Goreng Ini adalah cemilan populer di
kalangan anak-anak dan dewasa.
Makanan ini memiliki kandungan
tinggi lemak, tinggi kalori dan
tinggi natrium, dan digoreng
menggunakan minyak terhidrogenasi yang mengandung
lemak trans. Selain itu, penelitian telah
menunjukkan bahwa pemanasan
makanan renyah seperti kentang
dalam suhu yang ekstrem memicu
zat karsinogen disebut akrilamida.
Anda dapat memilih untuk mengenalkan wortel atau seledri
pada anak-anak dan bukannya
kentang goreng. Irisan kentang
panggang dengan sedikit minyak
zaitun juga merupakan pilihan
yang sehat. 6. Donat Makanan ini juga termasuk
favorit semua kalangan. Namun
sayangnya, nilai gizinya sangat
rendah. Donat adalah makanan
berlemak, manis dan tinggi akan
kandungan lemak trans. Hal yang mengejutkan adalah makanan ini
juga sering disajikan sebagai
sarapan untuk anak-anak.
Sebaiknya sajikan donat sebagai
makanan penutup, namun tidak di
saat sarapan. Mungkin akan sulit menerapkan hal tersebut pada
anak, tetapi anda harus mulai
melakukan kontrol ketat untuk
yang satu ini. 7. Pizza Makanan ini memang dapat
menjadi pilihan yang lebih baik.
Tetapi toppingnya seperti
pepperoni atau sosis mengandung
nitrat karsinogenik dan nitrat.
Kelebihan jumlah keju juga akan menambah kalori ekstra! Akan lebih baik jika Anda
menyiapkan pizza berbahan
gandum di rumah. Tambahkan
saus jagung yang bebas fruktosa
(HFCS), sayur-sayuran, sedikit
keju dan kemudian di panggang. Ketika anda mendidik anak untuk
makan sehat, sebaiknya anda
juga harus memberikan contoh.
Ingat, seorang anak biasanya
akan mengamati setiap aktivitas
orang terdekatnya. Jadi, ketika Anda menjalani gaya hidup sehat,
anak-anak anda akan belajar
untuk melakukannya.